Membeli Rumah dengan Down-Payment (DP) Ringan

Pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini bukan menjadi penyebab tunggal yang membuat pasar properti semakin menarik untuk buyers. Pemerintah Indonesia juga memberikan stimulus untuk meningkatkan permintaan akan properti. Salah satunya adanya kebijakan kredit DP ringan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia

dalam melalui Peraturan Bank Indonesia Nomor 20/8/PBI/2018 Tentang Rasio Loan To Value Untuk Kredit Properti, Rasio Financing To Value Untuk Pembiayaan Properti, dan Uang Muka Untuk Kredit Atau Pembiayaan Kendaraan Bermotor. Bank Indonesia sebagai bank sentral turut berperan dalam mendorong stabilitas keuangan melalui pengaturan dan pengawasan yang makroprudensial. Harapannya adalah untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Dengan ditetapkannya peraturan tersebut, maka perbankan bisa melakukan pembiayaan hingga 90%. Anda hanya perlu melakukan pembayaran down payment (DP)sebesar 10% saja. Akan tetapi tidak semua properti bisa mendapatkan DP 10% tersebut. Berikut rinciannya :

  1. Pembiayaan kredit properti rumah tapak dengan luas bangunan 22m2hingga 70m2 paling tinggi adalah sebesar 85%. Artinya, DP yang harus dibayarkan adalah sebesar 15%.
  2. Pembiayaan kredit properti rumah tapak dengan luas bangunan diatas 70m2 paling tinggi adalah sebesar 80%. Artinya, DP yang harus dibayarkan adalah sebesar 20%.
  3. Pembiayaan kredit properti apartemen dengan luas dibawah 21m2 paling tinggi 85%. Artinya, DP yang harus dibayarkan adalah sebesar 15%.
  4. Pembiayaan kredit properti apartemen dengan luas dibawah 21m2 hingga 70m2 paling tinggi 85%. Artinya, DP yang harus dibayarkan adalah sebesar 15%.
  5. Pembiayaan kredit ruko dan rukan paling tinggi 85%. Artinya, DP yang harus dibayarkan adalah sebesar 15%.

Tentu Anda berpikir mengapa tidak ada pembiayaan kredit hingga 90% pada rincian diatas. Pembiayaan kredit hingga 90% hanya untuk Pembiayaan Properti apartemen dengan luas bangunan 22m2 hingga 70m2 berdasarkan akad MMQ dan akad IMBT untuk kepemilikan pertama. Peraturan ini tentu meringankan calon pembeli properti dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Akan tetapi, angka diatas bukanlah angka yang pasti. Tentunya dalam menentukan besaran persentase pembiayaan kredit, pihak perbankan juga harus melakukan review terhadap profil dan credit rating Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kalkulator KPR